Bea Cukai Pasar Baru Musnahkan Barang yang Dilarang dan Dibatasi

 

Jakarta (15/08/2018) – Sebanyak 2701 pcs barang milik negara (eks-barang hasil penindakan) Kantor Bea Cukai Pasar Baru dimusnahkan. Barang-barang tersebut merupakan barang yang ditegah oleh unit Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Pasar Baru dengan alasan barang yang merupakan lartas kesusilaan atau mengandung unsur pornografi dan barang yang memerlukan izin dari instansi terkait (BPOM, Kemendag, Kemenkes, Polri, sebelum penerapan kebijakan border dan post border).

Pemusnahan barang tegahan periode Semester I 2018 tersebut  dilakukan di Hall Kantor Bea Cukai Pasar Baru dengan dihadiri oleh Kepala Bidang Penyidikan dan Penindakan Kanwil DJBC Jakarta, Kapolsek Metro Gambir, Kapolsek Sawah Besar, Kepala  Balai Besar POM Jakarta, Kepala Balai Karantina, Kasubdit Intel Kejagung, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Kepala SPP JKT 10900, Kepala Regional IV Jakarta serta  beberapa instansi terkait lainnya.

Beberapa jenis barang yang dimusnahkan adalah barang elektronik (termasuk partnya), barang asusila, pakaian/tekstil, kosmetik, obat dan suplemen, part senjata, part kendaraan, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), dan hasil tembakau sebagai barang yang paling banyak yaitu 646 pcs.

Kegiatan pemusnahan dilakukan secara simbolis dengan cara menghancurkan benda-benda padat seperti sex toys, part senjata, pakaian/tekstil, kosmetik dan menuangkan barang berupa MMEA, obat dan suplemen ke dalam air.  Sedangkan terhadap sisa barang akan dilakukan pemusnahan massal dengan cara dibakar ke dalam mesin inseminator. “Pelaksanaan pemusnahan pada kesempatan ini kita laksanakan secara simbolis dengan cara dirusak dan dituangkan ke dalam air dan pemusnahan secara massal akan dilakukan di inseminator dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan dampak lingkungan.”, ujar Kunawi selaku Kepala Kantor Bea Cukai Pasar Baru.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *