Peresmian Perluasan Gedung Bea Cukai Pasar Baru dan Media Briefing

Dari segi penerimaan, tahun 2018 Bea Cukai Pasar Baru memiliki target penerimaan bea masuk sebesar 3,9 Miliar, sedangkan sampai dengan 4 Desember 2018, realisasi atau capaian penerimaan yang telah didapatkan adalah 4,48 M atau sebesar 112,63 %. Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, meresmikan perluasan Kantor Bea Cukai Pasar Baru pada hari Selasa (11/12).  Hal ini guna menunjang produktivitas kinerja para pegawai serta dalam rangka mendukung tercapainya komitmen institusi khususnya dalam meningkatkan pelayanan impor barang kiriman.  Penataan dan penambahan ruangan pada KPPBC TMP C Kantor Pos Pasar Baru dimulai sejak awal tahun 2018, yang semula luasnya 671 m² menjadi 1056 m².

Acara tersebut diikuti dengan Media Briefing Program Anti Splitting Barang Kiriman dan Implementasi PDE Internet untuk Pengiriman Dokumen Kepabeanan Secara Online.  Pada pukul 02.30, acara dimulai di Aula Kantor Bea Cukai Pasar Baru dengan dihadiri oleh Direktur PT Pos Indonesia, Ketua Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Ketua Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB), Ketua Asosiasi Ritel Indonesia, Kepala Kantor Wilayah DJBC Jakarta, para Kepala Kantor Bea Cukai di Wilayah Jakarta serta rekan-rekan media.

Sejak bulan Oktober 2018, Bea Cukai telah menerapkan aturan nilai pembebasan barang kiriman yang baru melalui PMK-112/PMK.04/2018. Berdasarkan data importasi barang kiriman sejak 10 Oktober 2018, terdapat sekitar 72.592 Consignment Notes (CN) yang terjaring sistem anti-splitting sehingga berhasil menyelamatkan penerimaan bea masuk dan pajak dalam rangka impor sebesar kurang lebih Rp4 miliar. Untuk mendukung penegakan perubahan aturan ini, Bea Cukai juga telah menerapkan smart system berupa sistem validasi dan verifikasi anti-splitting dalam aplikasi impor barang kiriman.

Masih dalam rangkaian pembangunan smart customs and excise system, Heru Pambudi menyampaikan juga rencana penggunaan Pertukaran Data Elektronik via internet (PDE internet) secara penuh di seluruh kantor pengawasan dan pelayanan Bea Cukai awal tahun 2019. Penggunaan PDE internet ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan efisiensi biaya, mempercepat proses bisnis, menciptakan equal treatment pada pengguna aplikasi ekspor, impor serta manifes, dan memiliki cakupan sistem lebih luas sehingga waktu dan tempat tidak terbatas untuk melakukan pengiriman data.

Diakhir kunjungannya, Dirjen dan Cukai menyambangi para pemeriksa barang dan petugas K9 di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Bea Cukai Pasar Baru, Beliau juga berdiskusi ringan dengan perwakilan Kantor Pos Pasar Baru terkait permasalahan yang ada di TPS.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *