,

Memperingati Hari Pabean Internasional,Bea Cukai Pasar dan PT. Pos Indonesia Kuatkan Sinergi di Tahun 2019

Jakarta – Bertepatan dengan Hari Pabean Internasional ke-67, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kantor Pos Pasar Baru telah mengadakan sharing session bertemakan Kerja Bareng dengan PT Pos Indonesia untuk Bea Cukai Makin Baik pada Kamis (24/01). Kegiatan tersebut sejalan untuk mencapai sinergi antara Bea Cukai dan PT. Pos Indonesia, dalam hal ini sebagai mitra kerja Bea Cukai Pasar Baru.

Dalam sambutan Kepala Kantor Bea Cukai, Kunawi menyampaikan rencana kerja 2019 antara Bea Cukai dengan PT. Pos Indonesia khususnya dalam hal percepatan pelayanan  barang kiriman luar negeri yang berada di wilayah kerja Bea Cukai Pasar Baru untuk Jabodetabek dan Banten. “Percepatan layanan pada barang kiriman luar negeri dapat mengurangi komplain dari para pengguna jasa, dan diharapkan selain fokus pada pelayanan percepatan, PT. Pos Indonesia selaku penyelenggara Pos, khususnya Pos Internasional dapat turut serta membantu Bea Cukai dalam hal pengawasan barang kiriman tersebut”, ungkap Kunawi dalam sambutannya.

Kegiatan sharing session tersebut selain di hadiri oleh Pejabat dari Bea Cukai, juga dihadiri oleh Vice President Pos Internasional beserta staf dan jajarannya. Forum diskusi di bagi ke dalam 4 termin, termin pertama forum diskusi oleh Seksi Perbendaharaan, termin kedua oleh Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis, dilanjutkan forum diskusi dari Seksi Penindakan dan Penyidikan dan ditutup oleh forum diskusi dari PT. Pos Indonesia.

Dalam forum diskusi tersebut, Bea Cukai Pasar Baru dan PT. Pos Indonesia fokus kepada pembahasan Surat Penetapan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, dan Pajak (SPPBMCP) terbuka. SPPBMCP terbuka merupakan bea masuk dan pajak dalam rangka impor yang wajib di lunasi oleh pemilik barang. Dalam kurun waktu dua tahun ini, data yang di peroleh dari Seksi Perbendaharaan per Januari 2019, Biling SPPBMCP terbuka Tahun 2017 sebanyak 194 dokumen dengan total tagihan Rp220.748.000 dan pada tahun 2018 sebanyak 167 dokumen dengan total tagihan Rp152.104.000. Tagihan-tagihan tersebut wajib di lunasi oleh penyelenggara pos selaku kuasa pemilik barang dalam jangka waktu 60 hari sejak tanggal penetapan SPPBMCP sesuai dengan PMK-112/PMK.04/2018.

Apabila SPPBMC tersebut tidak di lunasi oleh penyelenggara pos, maka sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor PER-23/BC/2018 yang berlaku sejak Juli 2018 menyebutkan bahwa SPPBCMP sebagai dokumen sumber piutang dan akan di monitor secara nasional dan terus menerus. Dengan demikian, diharapkan kedepannya PT. Pos Indonesia untuk menyesuaikan dengan peraturan yang ada dan dapat bekerjasama dengan baik dengan Bea Cukai, dengan dibentuknya Forum Group Discussion (FGD) antara Bea Cukai dan PT. Pos Indonesia setiap bulannya.

Kunawi, berharap sharing session yang bertemakan Kerja Bareng dengan PT Pos Indonesia ini, dapat menghasilkan suatu sinergi yang terarah, baik dari segi pengawasan narkotika dan barang illegal, percepatan pelayanan, dan juga tercapainya pungutan negara dalam hal ini tugas dan fungsi Bea dan Cukai sebagai revenue collector.

Jakarta (13/09/2018) – Bea Cukai Pasar Baru mengadakan kegiatan Coffee Morning yang pertama setelah naiknya tipologi Kantor Bea Cukai Pasar Baru dari KPPBC Tipe Pratama menjadi KPPBC Tipe Madya Pabean C pada awal bulan Oktober tahun 2017.  Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 30 stakeholder, baik perseorangan yang menggunakan Consignment Note (CN) dan PIBK maupun badan usaha yang menggunakan PIB, serta dihadiri oleh perwakilan dari PT Pos Indonesia. Kegiatan dimulai pada pukul 08.30 WIB di Hall  KPPBC TMP C Pasar Baru.

Coffee Morning  ini bertujuan untuk menjalin koordinasi dan sinergi yang baik dengan pengguna jasa guna meningkatkan kualitas pelayanan bea cukai terhadap barang kiriman pos internasional.  Dengan mengambil tema“Kenal Lebih Dekat dengan BC Pasar Baru”, kegiatan dikemas secara interaktif dan santai sehingga membuat peserta lebih dekat dan nyaman dalam berkomunikasi dengan pegawai Bea Cukai Pasar Baru.

Pembukaan oleh pembawa acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Kunawi, selaku Kepala Kantor mengawali acara pagi ini.  Selanjutnya adalah sharing session dan tanya jawab antara peserta dengan pegawai Bea Cukai Pasar Baru.  Setiap pernyataan dan pertanyaan dari pengguna jasa akan langsung ditanggapi oleh pegawai pada bidang terkait, sehingga pengguna jasa langsung mendapatkan jawaban dan solusi yang dibutuhkan.

Menyesuaikan dengan tema yang diusung, pada tiap-tiap meja ditempatkan satu perwakilan pejabat Bea Cukai Pasar Baru, yakni empat orang Kepala Seksi, Kepala Subbagian Umum, hingga Kepala Kantor turut menemani pengguna jasa.   Diskusi ringan berlangsung dengan tetap memperhatikan penjelasan dan materi yang diberikan sembari menyantap makanan ringan yang dihidangkan.

Dalam kegiatan tersebut, beberapa topik juga dibicarakan seperti proses bisnis barang kiriman, efisiensi pelayanan, hingga terkait larangan dan pembatasan.  Bea Cukai Pasar Baru juga menyampaikan sedikit mengenai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 110/PMK.010/2018 terkait penyesuaian tarif PPh pasal 22 impor yang baru berlaku terhadap dokumen pemberitahuan pabean (PIB) yang mendapatkan pendaftaran di sistem Bea Cukai per tanggal 13 September 2018.  Acara diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah antara para stakeholder  dengan pihak KPPBC TMP C Pasar Baru.

Bea Cukai Pasar Baru? Makin Baik!!!

Kunjungan Bea Cukai Pasar Baru ke Universitas Trisakti dalam acara Customs Goes to Campus

Kamis, 12 April 2018 – Bea Cukai Pasar Baru mengadakan sosialisasi importasi barang kiriman dan pengenalan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) melalui acara Customs Goes to Campus. Acara yang diselenggarakan di Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta, diikuti oleh 200 peserta dari Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. Salah satu perguruan tinggi yang terletak di Jakarta Barat ini menjadi destinasi pertama Tim Customs Goes to Campus Bea Cukai Pasar Baru dalam kegiatan seminar tersebut.

Kedatangan Tim Customs Goes to Campus mendapat sambutan baik dari kampus ini. Wakil Rektor III Dr. Hein Wangania berharap agar acara dapat berjalan dengan baik dan dapat menyalurkan informasi sebanyak mungkin pada acara tersebut.  Acara seminar ini juga dihadiri oleh Kunawi selaku Kepala Kantor Bea Cukai Pasar Baru. Dalam sambutannya, Kunawi menyampaikan pentingnya masyarakat dalam memahami prosedur  yang berlaku dalam impor barang kiriman khususnya melalui Pos Lalu Bea.

Simulasi K-9 mengawali acara betajuk Customs Goes to Campus tersebut pada pukul 12.30 WIB di plaza mahasiswa. Brandy dan Oshira, anjing dari Team K-9 Bea Cukai Kantor Pusat Bea Cukai melakukan aksinya dengan apik. Keduanya berhasil menemukan narkotika yang disimpan dalam tas penumpang yang dalam hal ini diperankan oleh mahasiswa dan civitas akademik Universitas Trisakti. Menurut riwayatnya Oshira dan Brandy telah menggagalkan berbagai upaya penyelundupan barang terlarang baik melalui barang kiriman maupun melalui barang bawaan penumpang.

Acara dilanjutkan dengan seminar Impor Barang Kiriman oleh Baharuddin selaku Kepala Subseksi Hanggar Pabean & Cukai I sekaligus Peneliti Dokumen Tingkat Terampil di Bea Cukai Pasar Baru. Sedangkan materi mengenai NPP disampaikan oleh Wahid Nur Hamzah dari Seksi Penindakan Narkotika Direktorat Penindakan dan Penyidikan.  Pada kesempatan tersebut disampaikan, perlunya  peran masyarakat dalam memahami ketentuan yang berlaku, khususnya mengenai impor barang kiriman, melihat dewasa ini semakin pesatnya e-commerce di Indonesia. Disampaikan juga pentingnya peran masyarakat dalam memberantas narkoba, dan turut aktif menyampaikan informasi kepada penegak hokum bila dicurigai terdapat sindikat narkoba dilingkungan sekitar.

Kegiatan ini merupakan salah satu langkah Bea Cukai Pasar Baru menyebarluaskan informasi mengenai importasi barang kiriman sekaligus pengenalan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor kepada masyarakat khususnya mahasiswa Universitas Trisakti. Karena saat ini masyarakat banyak salah paham dengan hadirnya Bea Cukai ditengah-tengah mereka bahkan sering dianggap sebagai beban yang menyullitkan. Oleh karena itu, Tim Customs Goes to Campus berusaha semaksimal mungkin memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Instansi Bea Cukai khususnya di sektor importasi barang kiriman dan NPP.